SD Alam Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang kembali menggelar kegiatan Market Day di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung semarak dan penuh keceriaan.

Student DayAneka makanan disajikan dalam acara pasar yang kali ini mengusung tema ‘ Be The Next Abdurahman bin Auf Jaman Now’. Seperti stand kelas VA yang menyajikan aneka jajanan seperti es buah, es degan, brownies, puding, tahu, dan aneka jajanan lainnya. Semuanya dipatok dengan harga antara Rp 1.000 – Rp 2.000.

”Ada dua pendidikan dalam acara pasar hari ini, yakni pendidikan agama dan pendidikan umum,” kata Ustadz Aufar selaku wali kelas VA.

Dalam hal pendidikan agama, para murid dididik untuk berdagang dengan cara Islami yang tidak merugikan salah satu pihak. Seperti bunyi surat Annisa ayat 29 yakni ‘Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku sama-suka di antara kamu.

Sementara, dalam pendidikan umumnya, anak-anak diasah kemampuan matematikanya. Anak-anak yang menghitung sendiri transaksi jual beli. ”Ada pembelajaran matematika. Anak-anak terlibat langsung dalam transaksi jual beli untuk melatih jiwa entrepreneur , ”katanya.

Wali kelas VA tersebut juga menyebutkan, kegiatan ini diikuti oleh kelas V. Hari pasar diadakan sebagai ajang pembelajaran bagi murid bagaimana cara bertransaksi jual beli dan menumbuhkan jiwa enterpreneur atau jiwa kewirausaan sajak dini.

Baik itu, pelatihan kemandirian murid, agar dapat bersosialisasi dengan lingkungannya, baik sesama anggota, maupun guru dengan cara melakukan kegiatan jual beli atau pasar. “Untuk anak yang biasanya pendiam dan suka mojokan, kita latih bersosialisasi,” sebutnya.

Dalam kegiatan pasar hari ini, anggota sekolah harus mengatur makanan yang sehat, dengan sistem penjualan pasar rakyat, dengan beraneka ragam makanan dan minuman yang dijajakan hasil olahan orangtua dan murid di rumah.

“Tentunya makanan yang dijual memenuhi standar kesehatan yang layak dikonsumsi anak,” paparnya.

Sekolah memiliki standar makanan sehat, dengan melarang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya dan mengganggu kesehatan yang dikonsumsi. Seperti makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet. “Karena dampaknya pada kesehatan anak, bisa sakit,” tegas wali kelas asal Lumajang tersebut.

Author: salamah

Leave a Reply